Google Rilis Aplikasi “Android Go” Gboard Go untuk Ponsel Low-End

Posted on

Google pada tahun lalu meluncurkan platform Android Go, sistem operasi yang ditujukan untuk ponsel kelas entry level. Kali ini, Google meluncurkan keyboard Gboard Go untuk perangkat yang menjalankan Android 8.1 Oreo dan memiliki RAM rendah.

GBoard, Android, News
GBoard Standard

GBoard Go, GBoard Lite, Android Go
GBoard Go version

Versi penuh Gboard membutuhkan ruang sebesar 70MB, sedangkan Gboard Go hanya perlu 40MB. Aplikasi buatan Google yang diberi tambahan “Go” di belakang menandakan versi ringan, mulai diperkenalkan tahun lalu. Saat ini, Google sudah memiliki YouTube Go dan Maps Go.

Situs Androidauthority melaporkan, versi ringan ini tampaknya akan membuat perbedaan ketimbang versi asli. Untuk versi Go, ada kemungkinan aplikasi tidak mendukung fitur GIF, stiker dan pencarian emoji.

Pada Desember 2017 dilaporkan, aplikasi keyboard Gboard Google telah mendapatkan update software di Android. Pembaruan tersebut membawakan beberapa fungsionalitas yang salah satunya mendukung penulisan tangan.

Saat penggunanya ingin menambahkan tulisan tangan cukup ketuk pada "Setelan Bahasa", pilih bahasa yang diinginkan lalu pilih tulisan tangan sebagai layout.

Fungsi tersebut, sebagaimana dilaporkan Phone Arena, akan berguna untuk sistem abjad dan tulisan yang menampilkan ribuan tombol serta karakter. Urusan tata letaknya, kini telah mendukung di beberapa bahasa terpilih.

Dukungan telah diberikan kepada beberapa bahasa seperti Awadhi, Bambara, Bundeli, Emilian-Romagnol, Fulani, Gilaki, Hiligaynon, Jamaican Patois, Kumaoni, Lambadi, dan Lombard.

Kemudian ada pula Madurese, Minangkabau, Mazanderani, Nahuatl, Neapolitan, Norwegian (Nynorsk), Piedmontese, Sadri, Santali (Devanagari and Bengali), Sicilian, Sylheti, Venetian, dan Zazaki.

Pada Agustus lalu, Google mengumumkan bahwa Gboard telah mendukung 119 bahasa di dunia melalui dukungan 30 bahasa baru.

Guna melakukan penambahan bahasa, Google mempekerjakan mesin pembelajaran ke aplikasi Gboard. Dengan teknologi tersebut perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California, itu bisa memiliki beragam bahasa di dunia.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *